Jumat, 30 April 2021

6 Macam Media Sosialisasi

Media sosialisasi sangat berperan dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Macam-macam media sosialisasi adalah keluarga, kelompok bermain/teman sepermainan/teman sebaya, sekolah, lingkungan kerja, media massa, dan organisasi. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing media sosialisasi. Langsung saja kita simak yang pertama:

Keluarga merupakan media awal dari suatu proses pengenalan. Begitu seseorang bayi dilahirkan, beliau sudah herbi kedua orangtuanya, abang-kakaknya, dan mungkin menggunakan saudara-saudaranya.

Sebagai anggota keluarga yg baru dilahirkan, ia sangat tergantung kepada perlindungan dan donasi anggota keluarganya. Proses pengenalan awal ini dimulai dengan proses belajar menyesuaikan diri & mengikuti setiap apa yg diajarkan sang orang-orang kurang lebih lingkungan keluarganya, seperti cara makan, berbicara, berjalan, sampai belajar bertindak dan berperilaku. Melalui lingkungan keluarga itulah anak mengenal global sekitarnya dan pola pergaulan hayati sehari-hari. Hubungan individu pada rakyat sangat dipengaruhi famili, karena famili mempunyai peranan sebagai berikut:

Keluarga adalah lingkungan pendidikan yang utama dan utama dibandingkan menggunakan forum pendidikan manapun.

Keluarga adalah kelompok pergaulan hidup insan dengan volume terkecil dan kadar tertinggi.

Keluarga merupakan mata rantai buat interaksi jasmani & rohani insan yg antagonis jenis.

Keluarga merupakan mata rantai dalan regenerasi & pewarisan budaya.

Dalam famili, orangtua mencurahkan perhatian buat mendidik anak agar anak tadi memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hayati yang sahih dan baik melalui penanaman disiplin sehingga membangun kepribadian yang baik bagi si anak. Oleh karena itu, orangtua sangat berperan buat:

Memberikan supervisi dan pengendalian yang masuk akal sebagai akibatnya anak nir merasa tertekan jiwanya.

Mendorong agar anak dapat membedakan antara perilaku benar dan salah , baik dan tidak baik, pantas & tidak pantas, & sebagainya.

Memberikan contoh perilaku yang baik dan pantas bagi anak-anaknya.

Sebagai media pengenalan, keluarga pun memiliki peranan buat menghambat proses sosialisasi. Keluarga yang mempunyai hambatan-hambatan akan memengaruhi perilaku & keprbadian anggota keluarganya, yaitu:

Keluarga terkini adalah kesatuan konsumtif, sehingga hubungan antarindividu pada famili sebagai sangat berkurang.

Keluarga sebagai lembaga (institute) sudah berubah menjadi keluarga yang bersifat persekutuan (companionship) yang sangat longgar ikatannya.

Semakin banyak keluarga yang hidup terpisah dan meningkatnya perceraian, sehingga longgar intensitas interelasi sosialnya.

Apabila terjadi suatu kondisi yang berlainan dengan hal pada atas, maka anak-anak akan mengalami kekecewaan. Kondisi tadi ditimbulkan oleh beberapa hal berikut:

Orangtua kurang memperhatikan anak-anaknya, terlalu sibuk menggunakan kepentingan-kepentingannya sebagai akibatnya anak merasa diabaikan. Hubungan anak dengan orangtua sebagai renggang, padahal anak sangat memerlukan afeksi mereka.

Orangtua terlalu memaksakan kehendak & gagasannya kepada anak dengan ancaman dan sanksi yang dirasakan anak cukup berat sebagai akibatnya jiwa anak menjadi stress.

Keseluruhan sistem belajar mengajar sebagai bentuk sosialisasi dalam keluarga bisa disebut sistem pendidikan keluarga. Sistem pendidikan keluarga dilaksanakan melalui pola asuh, yaitu suatu pola untuk menjaga, merawat, dan membesarkan anak. Pola ini tentu saja tidak dimaksudkan pola mengasuh anak yang dilakukan oleh perawat atau baby sitter, seperti yang sering dilakukan oleh kalangan keluarga elite/kaya di kota-kota besar.

Pola mengasuh anak di dalam famili sangat ditentukan oleh sistem nilai, kebiasaan, dan norma norma yg berlaku pada rakyat setempat. Jadi, kepribadian dan pola perilaku yg terdapat dalam aneka macam masyarakat suku bangsa sangat majemuk coraknya.

Dalam istilah sosiologi, kelompok bermain disebut juga dengan peer group. Pada usia anak-anak, kelompok bermain mancakup teman-teman tetangga, keluarga, dan kerabat. Dalam teman sebaya tersebut memiliki 4 ciri - ciri, yaitu

Terdiri dari 2 orang atau lebih

Saling memberitahu atau mengajari antar orang

Dipengaruhi oleh faktor lingkungan lebih kurang

Semua orang tersebut adalah sahabat dekat atau telah akrab

Pada usia remaja, grup sepermainan berkembang sebagai grup persahabatan yg lebih luas. Perkembangan itu diantaranya disebagbkan karena bertambahnya luasnya ruang lingkup pergaulan remaja, baik pada sekolah juga di luar sekolah. Teman & persahabatan merupakan pengelompokan sosial yang melibatkan orang-orang yg berafiliasi relatif akrab satu sama lain.

Peranan positif kelompok persahabatan bagi perkembangan kepribadian anak, antara lain menjadi berikut:

Rasa kondusif dan rasa dianggap penting dalam gerombolan akan sangat berguna bagi perkembangan jiwa anak.

Perkembangan kemandirian remaja tumbuh menggunakan baik dalam gerombolan persahabatan.

Remaja mendapat loka yg baik bagi penyaluran rasa kecewa, takut, khawatir, gembira, dan sebagainya yang mungkin nir dihasilkan pada tempat tinggal .

Melalui interaksi dalam kelompok, remaja dapat berbagi berbagai keterampilan sosial yg berguna bagi kehidupannya kelak.

Pada umumnya, kelompok persahabatan memiliki pola perilaku dan kaidah-kaidah eksklusif yang mendorong remaja buat bersikap lebih dewasa.

Selain memberikan dampak positif, kelompok sosial ini pula dapat menaruh efek negatif terhadap individu atau anggota grup. Pengaruh negatif itu antara lain:

Pembentukan grup sosial yang terjadi lantaran adanya kecenderungan kepribadian dan kepentingan akan menyebabkan eksklusifisme grup.

Penyimpangan tata nilai dan kebiasaan yg dianut sang anggota kelompok.

Di antara grup persahabatan, adakalanya terbentuk suatu kelompok remaja yg dikenal menggunakan sebutan geng. Tak jarang antara satu geng yang satu menggunakan yang lain terjadi persaingan sebagai akibatnya berlanjut dengan perkelahian atau tawuran. Bahkan, terdapat jua geng yang terlibat penggunaan narkoba. Oleh karenanya, tak heran bila geng sering dikonotasikan menjadi kelompok persahabatan yg negatif. Akan namun, terdapat pula geng yg bisa membuatkan dasar-dasar kepribadian yang sifatnya positif bagi anggotanya, yaitu sebagai berikut:

Mengembangkan ketrampilan berorganisasi & kepemimpinan.

Menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial.

Rela berkorban buat sesama anggota kelompok sebagai akibatnya muncul rasa solidaritas.

Menyalurkan semangat patriotisme.

Geng merupakan grup remaja yg terkenal karena kecenderungan latar belakang sosial, sekolah, daerah, & sebagainya. Klik merupakan grup mini tanpa struktur formal yang mempunyai pandangan atau kepentingan bersama.

Di lingkungan sekolah, seorang memeriksa hal-hal baru yang belum pernah mereka temukan, baik pada lingkungan famili juga grup bermain. Pendidikan formal mempersiapkan seseorang anak menguasai peranan-peranan baru pada kemudian hari, manakala tidak lagi tergantung pada orangtuanya. Jika seseorang anak memasuki lingkungan sekolah, maka secara resmi beliau menjadi anggota kelompok formal yang terikat aturan-anggaran resmi dan dihadapkan pada norma-norma yang diikuti secara teratur dengan hukuman tertentu. Norma-norma sekolah wajib dijalankan penuh disiplin, misalkan ketepatan waktu masuk sekolah, ketika belajar, ketika pergi, & ketertiban berpakaian. Selain mengenal peraturan sekolah, anak jua dibimbing buat mengenal aturan-anggaran pada kehidupan warga .

Menurut Horton, fungsi konkret dari pendidikan yaitu:

Sebagai modal krusial pada menentukan mata pencaharian.

Dapat berbagi potensi demi pemenuhan kebutuhan eksklusif & pengembangan masyarakat.

Melestarikan kebudayaan dengan cara mewariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Membentuk kepribadian.

Lingkungan kerja jua memiliki efek yg akbar pada pembentukan kepribadian seseorang. Pengaruh dari lingkungan kerja tadi pada umumnya mengendap pada diri seseorang dan sukar sekali buat diubah, apalagi bila yg bersangkutan relatif lama bekerja di lingkungan tersebut. Seseorang yg cukup usang bekerja di lingkungan kerja eksklusif, lalu pindah ke lingkungan kerja yang lain, maka beliau akan mengalami kesulitan buat menyesuaikan diri terhadap lingkungan kerjanya yg baru.

Lingkungan kerja mempunyai banyak sekali macam diantaranya yaitu:

Pegawai negeri atau sipil, adalah pekerjaan yang ditekankan kepada pemerintah dan memiliki tanggung jawab pada pekerjaan dan pemerintah.

Pegawai partikelir, adalah pekerjaan yang memiiki kebebasan namun mempunyai peraturan yang tegas. Pegawai partikelir merupakan pekerjaan yang nir terikat sang pemerintah

Militer dan polri, adalah pekerjaan yg bertugas mengawasi lingkungan pada lebih kurang daratan, samudera dan udara. Militer dan polri adalah salah satu alat supervisi bagi negara dan mempunyai tanggung jawab yg akbar atas pengawasannya. Militer & polri pun memiliki tanggung jawab pada pemerintah.

Pendidikan, merupakan pekerjaan yang bertugas mendidik anak didik siswi pada sekolah. Pendidikan memiliki lembaga yang diklaim dengan depdiknas (Departemen Pendidikan Nasional). Oleh sebab itu, pendidikan pun dipusatkan dalam pemerintah.

Pekerjaan yang memiliki hubungan kepada negara atau pemeritah, memiliki batas pekerjaan yang disebut pensiun. Pensiun adalah penghargaan  atas jasa-jasa pegawai negeri selama bertahun-tahun bekerja pada dinas pemerintah.

Media massa yang terdiri berdasarkan media cetak (surat warta dan majalah) juga elektronika (radio, televisi, dan internet) adalah alat komunikasi yang bisa menjangkau masyarakat secara luas. Media massa diidentifikasikan sebagai media sosialisasi yg berpengaruh terhadap konduite khalayaknya.

Pesan yang ditayangkan melalui media elektronika dapat mengarahkan khalayak ke arah konduite prososial maupun antisosial. Penayangan film-film yg menonjolkan kekerasan dianggap menjadi suatu faktor yang mendorong perilaku militan pada anak-anak yang menontonnya. Demikian juga penayangan adegan-adegan yang berbau p0rnografi di layar televisi tak jarang dikaitkan dengan perubahan moralitas serta peningkatan pelanggaran susila dalam masyarakat.

Iklan yg ditayangkan melalui media massa memiliki potensi buat membarui pola konsumsi atau bahkan gaya hayati masyarakat. Media massa pun sering digunakan buat memengaruhi & membentuk pendapat generik. Di banyak negara, termasuk Indonesia, televisi pula dimanfaatkan untuk menayangkan siaran-siaran pendidikan.

Organisasi adalah pembentukan suatu gerombolan yg mempunyai tujuan spesifik. Kemunculan suatu organisasi ditandai dengan anggaran-anggaran formal dan hubungan kewenangan. Dalam organisasi ada yg pada sebut partisipasi. Partisipasi merupakan keterlibatan mental atau pikiran & emosi atau perasaan seorang pada dalam situasi gerombolan yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan pada kelompok pada usaha mencapai tujuan. Didalam organisasi mempunyai 3 unsur yaitu:

Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental & perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.

Unsur ke 2 merupakan kesediaan memberi sesuatu sumbangan pada usaha mencapai tujuan gerombolan . Ini berarti, bahwa terdapat rasa bahagia, kesukarelaan buat membantu gerombolan .

Unsur ketiga merupakan unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yg menonjol berdasarkan rasa sebagai anggota. Hal ini diakui menjadi anggota ialah terdapat rasa ?Sense of belongingness?.

Sebuah organisasi mempunyai 6 jenis. Diantaranya yaitu pikiran, energi, pikiran, keahlian, barang & uang. Dari ke 6 jenis tadi dibutuhkan buat menjalankan suatu organisasi. Organisasi pun terdapat hubungannya dengan uang lantaran uang termasuk asal pemuas kebutuhan seorang.

Dalam memasuki suatu organisasi, seorang wajib memenuhi 7 kondisi, Yaitu

Waktu. Untuk bisa berpatisipasi diperlukan saat. Waktu yg dimaksudkan disini merupakan buat memahamai pesan yg disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung kabar mengenai apa & bagaimana serta mengapa diharapkan kiprah serta.

Bilamana dalam aktivitas partisipasi ini dibutuhkan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya supaya nir menyebabkan kesan ?Memanjakan?, yang akan menyebabkan dampak negatif.

Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan menggunakan organisasi dimana individu yg bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yg sebagai perhatiannnya.

Partisipasi wajib memiliki kemampuan buat berpartisipasi, pada arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran & pengalaman yg sama menggunakan komunikator, & kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator

Partisipasi harus mempunyai kemampuan buat melakukan komunikasi timbal pulang, misalnya menggunakan bahasa yg sama atau yang sama-sama dipahami, sebagai akibatnya tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil

Para pihak yg bersangkutan bebas pada dlam melaksanakan peran serta tersebut sinkron dengan persyaratan yang sudah dipengaruhi.

Menetapkan Tujuan Organisasi Tujuan membantu memilih organisasi Anda, memberikan arah & menghindari kekacauan. Tujuan bisa membantu memotivasi anggota menggunakan mengkomunikasikan apa organisasi ini berjuang buat serta menyediakan dasar mengakui prestasi dan keberhasilan. Organisasi yang tujuan yg ditetapkan lebih efektif dalam merekrut anggota. Ada 3 strata organisasi mendefinisikan?S prioritas Anda:

Tujuan atau Misi adalah generik, pernyataan luas yg menceritakan mengapa organisasi Anda ada: biasanya nir berubah menurut tahun ke tahun dan acapkali pernyataan pertama pada konstitusi Anda.

Tujuan merupakan pernyataan yg menyebutkan apa yang organisasi Anda ingin capai, yang dari dari Anda tujuan atau misi. Tujuan adalah ujung ke arah mana bisnis Anda akan diarahkan dan seringkali berubah menurut panjang untuk istilah atau tahun ke tahun, tergantung dalam sifat grup.

Tujuan merupakan deskripsi berdasarkan apa yg harus dilakukan, asal menurut tujuan; spesifik yang jelas laporan tugas terukur yg akan dicapai sebagai langkah ke arah mencapai tujuan Anda. Mereka bersifat jangka pendek dan memiliki batas ketika.

Apabila sudah memenuhi ke 6 syarat tersebut, seseorang bisa membentuk sebuah organisasi & organisasi tersebut memiliki manfaat akbar. Bentuk bentuk organisasi yaitu :

Organisasi politik : PDI, PKB,dll

Organisasi sosial : LSM, PMI,

Organisasi mahasiswa : himpunan mahasiswa, dewan perwakilan mahasiswa, dll

Organisasi olahraga : fifa, pssi, LPI, PHSI

Organisasi sekolah : osis & IRMA atau DKM

Organisasi negara : OPEC, asean, OPEC, UNESCO, dll

Didalam organisasi pun mempunyai anggaran aturan kebiasaan yg sangat penting buat menjaga berdirinya organisasi tersebut. Sebuah organisasi wajib taat & patuh terhadap kebiasaan kebiasaan yang berlaku, yaitu kebiasaan tata cara, kesusilaan dan hukum. Norma tadi dapat menjadi panduan & pengatur jalannya suatu organisasi. Tetapi, jika suatu organisasi melanggar norma tersebut, organisasi pun bisa berjalan nir teratur & dapat menyebabkan kehancuran. Faktor penyebab kehancuran suatu organisasi yaitu:

Tidak memiliki nilai & visi,tanpa ada hal itu suatu organisasi akan rusak. tanpa ada nilai & visi yang jelas suatu organisasi akan tidak perlu di bentuk

Tidak memiliki misi yang tepat

Melanggar norma. Dengan tidak mematuhi ketiga norma di atas, suatu organisasi dapat menimbulkan konflik dengan organisasi yang lainnya.

Profesionaisme. Dalam suatu organisasi, profesional sangat dibutuhkan karena jika suatu organisasi tidak bersikap profesional maka akan terjadi kesalahan di setiap anggota.

Semoga bermanfaat,

Tetap Semangat! | Materi Pelajaran

Kuliner Khas Kutai Timur

Sambal raja terbuat dari cabai, bawang merah, terasi, tomat yang digoreng hingga lembek dan mudah dihaluskan. Disertai dengan tempe, udang, ...