Rabu, 19 Mei 2021

Paru-Paru (Artikel Lengkap)

Paru-paru (Bahasa Inggris: Lung, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.) adalah organ utama pada sistem pernapasan pada manusia (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) dan juga sistem ekskresi. Fungsinya adalah untuk menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah atau sering disebut “bernapas”. Pada umumnya paru-paru terdapat pada hewan mamalia termasuk juga manusia.

Selengkapnya: Anatomi Paru-Paru (Artikel Lengkap)

Paru-paru terletak di pada rongga dada (mediastinum), dilindungi oleh struktur tulang selangka. Rongga dada & perut dibatasi oleh suatu sekat diklaim diafragma. Berat paru-paru kanan sekitar 620 gr, sedangkan paru-paru kiri lebih kurang 560 gr. Masing-masing paru-paru dipisahkan satu sama lain oleh jantung & pembuluh-pembuluh akbar serta struktur-struktur lain pada dalam rongga dada. Selaput yang membungkus paru-paru disebut pleura. Paru-paru terbenam bebas pada rongga pleuranya sendiri. Paru-paru dibungkus sang selaput yang bernama pleura. Pleura dibagi sebagai dua yaitu:

  1. Pleura visceral (selaput dada pembungkus), yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru.

  2. Pleura parietal, yaitu selaput yang melapisi rongga dada luar.

Antara ke 2 pleura ini masih ada ronggga (kavum) yg diklaim kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura ini hampa udara, sebagai akibatnya paru-paru bisa berkembang kempis & jua masih ada sedikit cairan (eksudat) yang bermanfaat buat meminyaki bagian atas pleura, menghindari gesekan antara paru-paru & dinding dada sewaktu terdapat gerakan bernafas.

Paru-paru kanan sedikit lebih besar menurut paru-paru kiri dan terdiri atas 3 gelambir (lobus) yaitu gelambir atas (lobus superior), gelambir tengah (lobus medius), & gelambir bawah (lobus inferior). Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas 2 gelambir yaitu gelambir atas (lobus superior) & gelambir bawah (lobus inferior). Tiap-tiap lobus terdiri menurut belahan yg lebih kecil bernama segmen. Paru-paru kiri mempunyai sepuluh segmen, yaitu 5 butir segmen dalam lobus superior, & 5 buah segmen dalam inferior. Paru-paru kanan mempunyai sepuluh segmen, yaitu 5 butir segmen pada lobus superior, dua buah segmen pada lobus medial, dan 3 buah segmen dalam lobus inferior. Tiap-tiap segmen ini masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan yg bernama lobulus. Diantara lobulus satu dengan yg lainnya dibatasi oleh jaringan ikat yg berisi pembuluh darah getah bening & saraf, dalam tiap-tiap lobulus masih ada sebuah bronkeolus. Di dalam lobulus, bronkeolus ini bercabang-cabang yang dianggap duktus alveolus. Tiap-tiap duktus alveolus berakhir pada alveolus yg diameternya antara 0,dua ? 0,tiga mm.

Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli, atau alveolus). Pada gelembung inilah terjadi pertukaran udara di dalam darah, O2 masuk ke dalam darah dan CO2 dikeluarkan dari darah. Gelembung alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Jika dibentangkan luas permukaannya ± 90m2. Banyaknya gelembung paru-paru ini kurang lebih 700juta buah. Ukurannya bervariasi, tergantung lokasi anatomisnya, semakin negatif tekanan intrapleura di apeks, ukuran alveolus akan semakin besar. Ada dua tipe sel epitel alveolus. Tipe I berukuran besar, datar dan berbentuk skuamosa, bertanggungjawab untuk pertukaran udara. Sedangkan tipe II, yaitu pneumosit granular, tidak ikut serta dalam pertukaran udara. Sel-sel tipe II inilah yang memproduksi surfaktan, yang melapisi alveolus dan mencegah kolapnya alveolus.

Dua. Fungsi Paru-Paru

Selengkapnya: 10 Fungsi Paru-Paru

Paru-paru berfungsi sebagai pertukaran oksigen dan karbondioksida yg nir diperlukan tubuh. Selain itu masih banyak lagi fungsi paru-paru diantaranya sebagai penjaga keseimbangan asam basa tubuh. Apabila terjadi acidosis, maka tubuh akan mengkompensasi menggunakan mengeluarkan banyak karbondioksida yg bersifat asam ke luar tubuh. Dalam sistem ekskresi, fungsi paru-paru merupakan untuk mengeluarkan karbondioksida & uap air. Dalam sistem pernapasan, fungsi paru-paru merupakan buat proses pertukaran oksigen dan karbondioksida di dalam darah. Dalam sistem sirkulasi darah, fungsi paru-paru adalah buat membuang karbondioksida di pada darah & menggantinya dengan oksigen.

Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida & uap air dilepaskan dan dikeluarkan berdasarkan paru-paru melalui hidung.

3. Fisiologi Paru-Paru

Fungsi paru-paru adalah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida. Pada pernapasan melalui paru-paru, oksigen dipungut melalui hidung & ekspresi. Pada saat bernapas, oksigen masuk melalui trakea & pipa bronkhial ke alveoli, & dapat erat menggunakan darah di dalam kapiler pulmonaris. Hanya satu lapisan membran , yaitu membran alveoli-kapiler, memisahkan oksigen menurut darah. Oksigen menembus membran ini dan dipungut sang hemoglobin sel darah merah dan dibawa ke jantung. Dari sini, dipompa pada pada arteri ke semua bagian tubuh. Darah meninggalkan paru-paru dalam tekanan oksigen 100 mmHg & dalam taraf ini hemoglobinnya 95 persen jenuh oksigen. Di dalam paru-paru, karbon dioksida adalah keliru satu output buangan metabolisme, menembus membran alveoler-kapiler berdasarkan kapiler darah ke alveoli & sesudah melalui pipa bronkhial & trakhea, dinapaskan keluar melalui hidung & mulut.

Oksigen dalam tubuh dapat diatur dari keperluan. Manusia sangat membutuhkan oksigen dalam hidupnya, jikalau tidak mendapatkan oksigen selama 4 mnt akan menyebabkan kerusakan pada otak yang tidak dapat diperbaiki & bias mengakibatkan kematian. Kalau penyediaan oksigen berkurang akan menimbulkan rancu pikiran & anoksia serebralis, contohnya orang bekerja pada ruangan yang sempit, tertutup, ruang kapal, ketel uap, dll. Jika oksigen nir mencukupi maka rona darah merahnya hilang berganti sebagai kebiru-biruan misalnya di bibir, telinga, lengan, dan kaki (sianosis).

Pengambilan udara pernapasan dikenal dengan inspirasi dan pengeluaran udara pernapasan disebut dengan ekspirasi. Mekanisme pertukaran udara pernapasan berlangsung di alveolus disebut pernapasan eksternal. Udara pernapasan selanjutnya diangkut oleh hemoglobin dalam eritrosit untuk dipertukarkan ke dalam sel. Peristiwa pertukaran udara pernapasan dari darah menuju sel disebut pernapasan internal. Aktivitas inspirasi dan ekspirasi pada saat bernapas selain melibatkan alat-alat pernapasan juga melibatkan beberapa otot yang ada pada tulang rusuk dan otot diafragma (selaput pembatas rongga dada dengan rongga perut). Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara akan masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar. Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.

Sebagian udara yang dihirup sang seorang tidak pernah hingga dalam wilayah pertukaran gas, namun tetap berada dalam saluran napas di mana dalam loka ini tidak terjadi pertukaran gas, misalnya pada hidung, faring & trakea. Udara ini disebut udara ruang rugi, sebab tidak bermanfaat pada proses pertukaran gas. Pada ketika ekspirasi, yang pertama kali dikeluarkan merupakan udara ruang rugi, sebelum udara pada alveoli sampai ke udara luar. Oleh karena itu, ruang rugi adalah kerugian berdasarkan gas ekspirasi paru-paru. Ruang rugi dibedakan lagi menjadi ruang rugi anatomik dan ruang rugi fisiologik. Ruang rugi anatomik mencakup volume semua ruang sistem pernapasan selain alveoli dan wilayah pertukaran gas lain yang berkaitan erat. Kadang-kadang, sebagian alveoli sendiri nir berungsi atau hanya sebagian berfungsi karena nir adanya atau buruknya aliran darah yang melewati kapiler paru-paru yg berdekatan. Oleh karena itu, dari segi fungsional, alveoli ini harus jua dianggap menjadi ruang rugi & disebut sebagai ruang rugi fisiologis.

Baca juga: 2 Cara Mengembang Kempiskan Paru-Paru

tiga.1. Pernapasan Dada

Pada pernapasan dada, otot yang berperan krusial adalah otot antar tulang rusuk. Otot tulang rusuk bisa dibedakan sebagai dua, yaitu otot tulang rusuk luar yg berperan dalam mengangkat tulang-tulang rusuk dan tulang rusuk pada yang berfungsi menurunkan atau mengembalikan tulang rusuk ke posisi semula.

a. Inspirasi

Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sebagai akibatnya rongga dada mengembang. Pengembangan rongga dada mengakibatkan volume paru-paru pula mengembang akibatnya tekanan dalam rongga dada sebagai lebih mini daripada tekanan pada luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

b. Ekspirasi

Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antartulang rusuk ke posisi semula yg dikuti sang turunnya tulang rusuk sebagai akibatnya rongga dada sebagai mini . Rongga dada yang mengecil menyebabkan volume paru-paru jua mengecil sebagai akibatnya tekanan di pada rongga dada sebagai lebih akbar daripada tekanan luar. Hal tadi mengakibatkan udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

3.2. Pernapasan Perut

Pernapasan perut merupakan pernapasan yg mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada

a. Inspirasi

Pada saat pengambilan udara (inspirasi) tahap-tahap yang terjadi dan dapat dirasakan adalah diafragma berkontraksi sehingga diafragma menjadi datar dan otot antartulang rusuk sebelah luar juga berkontraksi yang diikuti dengan terangkatnya tulang rusuk yang menyebabkan rongga dada membesar. Membesarnya rongga dada ini menyebabkan tekanan di dalam rongga dada mengecil sehingga memungkinkan paru-paru dapat mengembang. Mengembangnya paru-paru memungkinkan tekanan di dalam ruang paru-paru mengecil bahkan lebih kecil dari udara luar sehingga udara dapat masuk secara berurutan ke lubang hidung  -   rongga hidung > faring > trakea (melaui glottis) > bronkus (kanan-kiri) > bercabang 22× (bronkiolus-bronkiolus) alveolus (kantong-kantong kecil).

b. Ekspirasi

Pada saat pengeluaran udara (ekspirasi) tahap-tahap yang dapat dirasakan adalah diafragma relaksasi sehingga kembali ke posisis semula dan otot antarrusuk dalam kontraksi menyebabkan tulang rusuk kembali ke posisi semula sehingga rongga dada mengecil. Rongga dada mengecil sehingga menyebabkan tekanan di dalam rongga dada meningkat yang mengakibatkan ruang paru-paru mengecil.Mengecilnya ruang paru-paru menyebabkan membesaranya tekanan di dalam paru-paru sehingga udara akan mengalir keluar dari alveolus melalui bronkiolus > bronkus > trakea glotis > faring > rongga hidung > lubang hidung.

4. Bagian-Bagian Paru-Paru

Selengkapnya: 6 Bagian Paru-Paru & Fungsinya

Berikut adalah bagian-bagian paru-paru. Semua penjelasannya memakai Bahasa Indonesia.

bagian-bagian paru-paru

Berdasarkan gambar sistem pernapasan tadi, kita dapat menyimpulkan bahwa paru-paru terdiri menurut:

  1. Trakea

  2. Bronkus

  3. Rongga pleura

  4. Paru-paru kanan

  5. Paru-paru kiri

  6. Tulang rusuk

  7. Otot intercosta

  8. Diafragma

Berikut merupakan penerangan dari beberapa bagian krusial paru-paru:

  1. Trachea atau batang tenggorokan berupa pipa tempat lalunya udara. Udara yang dihirup dari hidung dan mulut akan ditarik ke trachea menuju paru-paru.

  2. Bronchi merupakan batang yang menghubungkan paru-paru kanan dan kiri dengan trachea. Udara dari trachea akan di bawa keparu-paru lewat batang ini.

  3. Bronchioles merupakan cabang-cabang dari bronchi berupa tabung-tabung kecil yang jumlahnya sekitar 30.000 buah untuk satu paru-paru. Bronchioles ini akan membawa oksigen lebih jauh ke dalam paru-paru.

  4. Alveoli merupakan ujung dari bronchioles yang jumlahnya sekitar 600 juta pada paru-paru manusia dewasa. Pada aveoli ini oksigen akan didifusi menjadi karbondioksida yang diambil dari dalam darah.

Lima. Proses Pernapasan di Dalam Paru-Paru

Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut: rongga hidung > faring > trakea >bronkus > paru-paru (bronkiolus dan alveolus).

Proses pernapasan pada manusia dimulai dari hidung. Udara yang diisap pada waktu menarik nafas (inspirasi) biasanya masuk melalui lubang hidung (nares) kiri dan kanan selain melalui mulut. Pada saat masuk, udara disaring oleh bulu hidung yang terdapat di bagian dalam lubang hidung.

Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas kini menjadi lurus sebagai akibatnya rongga dada menjadi mekar. Hal ini dianggap pernapasan perut. Bersamaan menggunakan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk pula berkontraksi sehingga rongga dada mekar. Hal ini disebut pernapasan dada.

Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan pada rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara menurut luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mekar.

Setelah melewati rongga hidung, udara masuk ke kerongkongan bagian atas (naro-pharinx) lalu kebawah untuk selanjutnya masuk tenggorokan (larynx).

Setelah melalui tenggorokan, udara masuk ke batang tenggorok atau trachea, dari sana diteruskan ke saluran yang bernama bronchus atau bronkus. Saluran bronkus ini terdiri dari beberapa tingkat percabangan dan akhirnya berhubungan di alveolus di paru-paru. Jika Oksigen sudah sampai pada bronkus, maka oksigen siap untuk masuk ke dalam saluran paru-paru.

Oksigen akan berdifusi lewat pembuluh darah berupa kapiler-kapiler arteri menggunakan cara difusi. Kapiler-kapiler ini masih ada dalam alveolus yang adalah cabang berdasarkan Bronkiolus. Pada alveolus ini akan terjadi pertukaran gas oksigen menggunakan karbondioksida.

Udara yang diserap melalui alveolus akan masuk ke dalam kapiler yang selanjutnya dialirkan ke vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Oksigen diikat oleh hemoglobin dalam sel-sel darah merah (eritrosit). Dari sana darah akan dialirkan ke serambi kiri jantung, lalu diedarkan ke seluruh sel-sel tubuh yang nantinya akan digunakan oleh mitokondoria alam respirasi tingkat seluler untuk menghasilkan energi berupa ATP (Adenosin Tripospat).

Selanjutnya udara yg mengandung gas karbon dioksida akan dikeluarkan melalui hidung balik . Karbondioksida akan dibawa oleh kapiler vena buat dibawa ke alveolus dan akan dimuntahkan di alveolus melalui proses respirasi. Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma & otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma sebagai melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah & berkecimpung ke arah pada, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari pada paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.

Ringkasan jalannya Udara Pernapasan:

  1. Udara masuk melalui lubang hidung

  2. melewati nasofaring

  3. melewati oral farink

  4. melewati glotis

  5. masuk ke trakea

  6. masuk ke percabangan trakea yang disebut bronchus

  7. masuk ke percabangan bronchus yang disebut bronchiolus

  8. udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut alveolus (jamak: alveoli)

6. Kapasitas Paru-Paru

Kapasitas paru-paru adalah kemampuan paru-paru menampung udara pernapasan yang bisa diuraikan menjadi berikut.

  • Udara tidal, yaitu udara yang keluar masuk paru-paru pada saat pernapasan biasa. Jumlah volume udaranya sebesar 500 mL.

  • Udara komplementer, yaitu udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.

  • Udara suplementer, yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan setelah melakukan ekspirasi biasa. Besar volume udaranya sekitar 1,5 liter.

  • Kapasitas vital paru-paru, yaitu kemampuan paru-paru untuk melakukan respirasi sekuat-kuatnya atau merupakan jumlah udara tidal, udara komplementer, dan udara suplementer. Jadi besarnya volume kapasitas vital paru-paru kurang lebih 4 liter.

Kapasitas vital = V tidal + V cadangan inspirasi + V  cadangan ekspirasi.

  • Udara residu, yaitu udara yang masih terdapat di dalam paru-paru setelah melakukan respirasi sekuat-kuatnya. Jumlahnya kurang lebih 500 mL.

  • Volume total paru-paru (total lung volume), yaitu seluruh udara yang dapat ditampung oleh paru-paru.

V total paru-paru = V residu Kapasitas Vital

Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai 4.500 cc. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan insan.

Walaupun demikian, kapasitas vital udara yang dipakai pada proses bernapas mencapai 3.500 cc, yg 1.000 cc merupakan residu udara yg tidak bisa digunakan namun senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai residu atau udara sisa. Kapasitas penting setiap orang bhineka. Kapasitas penting dapat kalian nikmati ketika kalian menghirup napas sedalam mungkin & lalu menghembuskanya sekuat mungkin. Cara mengukurnya dapat dilakukan dengan indera spirometer. Spirometer merupakan alat pengukur kapasitas paru-paru seseorang. Spirometer yg konvensional terbuat misalnya tangki yg mempunyai selang. Seseorang yang ingin mengetahui kapasitas paru-parunya bisa menghembuskan napas dalam selang. Pada indera yang lebih terbaru, spirometer sudah dihubungkan dengan komputer.

Dalam keadaan normal, kegiatan inspirasi dan ekspirasi dalam bernapas hanya menggunakan sekitar 500 cc volume udara pernapasan (kapasitas tidal ± 500 cc).Kapasitas tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk paru-paru pada pernapasan normal. Dalam keadaan luar biasa, inspirasi maupun ekspirasi menggunakan sekitar 1.500 cc udara pernapasan (expiratory reserve volume = inspiratory reserve volume = 1.500 cc). Dengan demikian, udara yang digunakan dalam proses pernapasan memiliki volume antara 500 cc hingga sekitar 3.500 cc. Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan.

7. Penyakit Paru-Paru

Selengkapnya: 20 Penyakit dalam Sistem Pernapasan Manusia

7.1. Pneumonia (radang paru-paru)

Salah satu jenis-jenis penyakit paru-paru yang berbahaya merupakan pneumonia atau diklaim jua dengan radang paru-paru. Pneumonia dapat muncul di banyak sekali daerah pada paru-paru. Pneumonia lobar menyerang sebuah lobus atau rabat besar paru-paru. Pneumonia lobar adalah bentuk pneumonia yg menghipnotis area yg luas & terus-menerus berdasarkan lobus paru-paru.

Selain itu, terdapat pula yang diklaim bronkopneumonia yg menyerang seberkas jaringan pada salah satu paru-paru atau keduanya.

7.2. Flu burung

Flu burung atau avian influenza adalah penyakit menular yang ditimbulkan sang virus yang umumnya menjangkiti burung & mamalia. Penyebab flu burung merupakan virus influensa tipe A yg menyebar antar unggas. Virus ini lalu ditemukan bisa juga menyebar ke spesies lain misalnya babi, kucing, anjing, harimau, & insan.

Virus ini bisa menular melalui udara ataupun kontak melalui kuliner, minuman, & sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mangkat pada suhu yg tinggi. Oleh karenanya daging, telur, dan fauna wajib dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga jua dengan mencuci tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh & sandang jua perlu dijaga.

Virus dapat bertahan hidup dalam suhu dingin. Bahan kuliner yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan wajib dicuci sebelum & setelah memasak atau menyentuh bahan kuliner mentah.

Unggas sebaiknya nir dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan wajib dijauhkan dari perumahan buat mengurangi risiko penularan.

Gejala umum yg dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Perkembangan virus dalam tubuh bisa berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan pengobatan.

7.Tiga. Penyakit Legionnaries

Jenis-jenis penyakit paru-paru lainnya merupakan legionnaries. Penyakit paru-paru yg satu ini ditimbulkan bakteri legionella pneumophilia. Bentuk infeksinya seperti menggunakan pneumonia.

Penyebab penyakit legionnaries adalah bakteri legionella, sebuah bakteri berbentuk batang yg ditemukan di sebagian besar sumber air. Mereka dapat berlipat ganda sangat cepat. Mereka terdapat pada sistem pipa ledeng atau pada mana pun yg air bisa menggenang.

Penyakit Legionnaire pertama kali dijelaskan dalam 1976 sesudah terjadi wabah penyakit yang mirip penumonia berat dalam veteran perang pada sebuah konvensi American legion. Penyakit ini lebih banyak menyerang laki-laki .

7.4. Flu babi (Swine influenza)

Flu babi merupakan masalah-kasus influensa yg disebabkan sang virus Orthomyxoviridae yg umumnya menyerang babi. Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun & biasanya ditemukan dalam orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan pula masalah-perkara penularan berdasarkan manusia ke insan. Gejala virus termasuk demam, salah tujuan, kekakuan dalam sendi, muntah-muntah, & kehilangan kesadaran yang berakhir dalam kematian

Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit pada Amerika Serikat, tanda-tanda influensa ini seperti menggunakan influensa. Gejalanya seperti demam, batuk, sakit dalam kerongkongan, sakit dalam tubuh, kepala, panas dingin, & lemah lesu. Beberapa penderita jua melaporkan buang air besar & muntah-muntah.

7.5. Efusi pleura

Cairan berlebih di pada membran berlapis ganda yang mengelilingi paru-paru disebut efusi pleura. Dua lapis membran yang melapisi paru-paru atau pleura dilumasi oleh sedikit cairan yang memungkinkan paru-paru mengembang & berkontraksi dengan halus dalam dinding dada. Infeksi seperti pneumonia dan tuberkulosis, gagal jantung, dan beberapa kanker bisa menyebabkan pengumpulan cairan di antara pleura. Jumlahnya sanggup mencapai 3 liter yang menekan paru-paru.

7.6. Faringitis

Faringitis adalah suatu penyakit peradangan yg menyerang tenggorokkan atau faring. Kadang jua dianggap menjadi radang tenggorokan. Radang ini sanggup ditimbulkan sang virus atau kuman, dalam waktu daya tahan tubuh lemah. Pengobatan dengan antibiotika hanya efektif jika karena terkena kuman. Kadangkala makan kuliner yang sehat dengan buah-buahan yg poly, disertai menggunakan vitamin sanggup menolong.

7.7. Tuberkulosis (TBC)

Jenis-jenis penyakit paru-paru lainnya adalah Tuberkulosis atau disingkat TB merupakan penyakit yg ditimbulkan oleh infeksi yg menyerang jaringan paru-paru. Penyebab seseorang mengidap TB adalah bakteri mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar orang memiliki mikroba TB pada dalam tubuhnya, akan tetapi mikroba ini hanya mengakibatkan penyakit pada beberapa orang saja, umumnya jika imunitas atau kekebalan tubuh orang itu menurun.

7.8. Pneumotoraks

Pneumotoraks merupakan penyakit yg terdapat di selaput paru atau yang diklaim pleura. Pneumotoraks terjadi jika satu atau kedua membran pleura tertembus dan udara masuk ke dalam rongga pleura mengakibatkan paru-paru mengempis. Membran pleura dipisahkan sang lapisan cairan pleura sangat tipis yg melumasi gerakan mereka. Keseimbangan tekanan antara dinding dada, lapisan pleura, dan jaringan paru-paru memungkinkan paru-paru ?Terisap? Ke pada dinding dada.

Pada pneumotoraks, udara masuk ke pada rongga pleura. Keseimbangan tekanan pun berubah dan paru-paru mengempis. Jika lebih poly udara yg masuk ke dalam rongga akan tetapi tidak dapat keluar, tekanan pada sekitar paru-paru meningkat yang dapat mengancam jiwa.

Pneumotoraks spontan dapat terjadi dampak pecahnya alveolus yang mengembang secara abnormal pada bagian atas paru-paru atau akibat kondisi paru-paru, misalnya asma. Penyebab lain adalah patah tulang rusuk dan luka dada.

7.9. Emfisema

Emfisema disebabkan lantaran hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus adalah gelembung-gelembung yg terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yg sehat karena karbondioksida yg seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya.

Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin merupakan penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.

Gejala emfisema:

  • Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas.

  • Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.

Pencegahan dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik buat mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.

7.10. Asma

Jenis-jenis penyakit paru-paru lainnya adalah Asma. Asma merupakan penyakit radang paru-paru yang mengakibatkan agresi sesak napas & mengi yang berulang. Asma merupakan galat satu kelainan paru-paru paling poly & bervariasi, menyerang satu berdasarkan empat anak pada beberapa wilayah.

Otot dinding saluran udara berkontraksi misalnya kejang, menyebabkan saluran udara menyempit, sehingga terjadi serangan sesak napas. Penyempitan diperburuk oleh sekresi lendir yg berlebihan. Sebagian akbar masalah terjadi di masa kanak-kanak dan umumnya berkaitan dengan penyakit yang didasari sang alergi seperti eksema dan keduanya mempunyai faktor penyakit turunan.

7.11. Penyakit Paru-Paru Obstruktif Kronis

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) mempunyai ciri keterbatasan jalan napas yg nir sepenuhnya reversibel. PPOK adalah kelainan jangka panjang pada mana terjadi kerusakan jaringan paru-paru secara progresif menggunakan sesak napas yg semakin berat. PPOK terutama meliputi bronkitis kronis & emfisema, dua kelainan yang umumnya terjadi bersamaan.

7.12. Bronkhitis

Bronkitis merupakan suatu peradangan pada bronkus (saluran udara ke paru-paru).

Penyakit ini umumnya bersifat ringan dan dalam akhirnya akan sembuh paripurna, tetapi pada penderita yg mempunyai penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis sanggup bersifat berfokus. Serangan bronkitis berulang bisa terjadi dalam perokok & penderita penyakit paru-paru & saluran pernafasan menahun.

7.13. Bronkitis Kronis

Peradangan kronis saluran udara paru-paru umumnya disebabkan sang rokok. Jarang sekali, infeksi akut yang berulang menyebabkan bronkitis kronis. Pada bronkitis kronis, bronkus, saluran udara utama menuju paru-paru, meradang, membengkak, & menyempit dampak iritasi oleh asap tembakau, infeksi berulang, atau paparan lama terhadap zat polutan. Saluran udara yg meradang mulai menghasilkan dahak hiperbola, awalnya menyebabkan batuk mengganggu pada waktu lembap dan dingin, kemudian berlanjut sepanjang tahun.

7.14. Emfisema

Emfisema adalah jenis penyakit paru obstruktif kronik yg melibatkan kerusakan dalam kantung udara (alveoli) di paru-paru. Akibatnya, tubuh nir menerima oksigen yang dibutuhkan. Emfisema menciptakan penderita sulit bernafas. Penderita mengalami batuk kronis & sesak napas. Penyebab paling umum merupakan merokok.

7.15. Penyakit Paru Akibat Kerja

Asbestosis, silikosis, & pneumokoniosis disebabkan oleh menghirup partikel yg mengiritasi dan membuat peradangan jaringan paru-paru, mengarah ke timbulnya fibrosis. Orang yg berisiko tinggi menderita penyakit paru-paru dampak pekerjaan, merupakan para pekerja yg terpapar partikel beracun selama bertahun-tahun, misalnya para pekerja tambang.

Pada penyakit paru-paru dampak kerja, masih ada penebalan perlahan (fibrosis) jaringan paru-paru, yang akhirnya menyebabkan pembentukan jaringan parut ireversibel.

7.16. Silikosis

Silikosis merupakan galat satu penyakit paru dampak lingkungan kerja. Penyakit ini merupakan suatu pneumokoniosis yg disebabkan oleh inhalasi partikel-partikel kristal silika bebas.

Silika merupakan homogen bahan yg banyak dipakai dalam bangunan dan perusahaan konstruksi. Silika pada bentuk padat tidak berbahaya, tetapi bentuk butiran debu sangat buruk buat paru-paru. Yang termasuk silika bebas merupakan kuarsa, tridimit, dan kristobalit.

7.17. Asbestosis

Asbestosis merupakan penyakit paru yg disebabkan banyaknya zat asbes yg terhirup paru-paru, sehingga mengakibatkan kerusakan berat. Pada beberapa perkara asbestosis, mampu sebagai penyebab timbulnya penyakit kanker paru-paru. Kanker paru-paru sendiri merupakan keberadaan tumor ganas di paru-paru. Kanker paru-paru merupakan kanker paling generik pada global & lebih berdasarkan satu juta masalah baru ditemukan setiap tahun.

7.18. Kanker paru-paru

Penyakit pada paru-paru lainnya yang sangat berbahaya adalah penyakit kanker paru-paru. Kanker paru-paru artinya eksistensi tumor ganas dalam paru-paru. Kanker paru-paru termasuk kanker yang paling generik di global dan lebih berdasarkan satu juta masalah baru ditemukan setiap tahun. Penyebab paling tak jarang dalam penyakit kanker paru-paru yang ditemukan hampir 90 % berdasarkan semua perkara merupakan rokok. Banyaknya zat iritan yg terhirup ketika bernapas memicu pertumbuhan sel abnormal di dalam paru-paru, & rokok mengandung ribuan zat karsinogen atau zat penyebab kanker.

Dalam masalah yang sangat jarang, kanker paru-paru ditimbulkan sang asbes, zat kimia beracun, atau gas radioaktif radon. Seperti penyakit kanker lainnya, kanker paru-paru pun dapat dipicu oleh eksistensi faktor genetik & penerapan gaya hayati yang tidak sehat, yg umumnya misalnya merokok & terlalu banyak minum-minuman alkohol, dan kurangnya berolahraga.

Gejala awal kanker paru-paru nir khusus. Tetapi, umumnya batuk yang terus-menerus yg merupakan gejala paling awal penyakit kanker paru-paru. Lantaran kebanyakan orang yg menderita kanker paru-paru adalah perokok, maka biasa diklaim ?Batuk perokok?. Gejala lain berupa batuk berdarah, mengi, berat badan turun, bunyi serak yg terus menerus, & nyeri dada.

7.19. Influenza

Influenza atau flu merupakan penyakit menular yang ditimbulkan sang virus influenza. Penyakit ini ditularkan melalui udara melalui bersin dari si penderita. Penyakit ini tidak hanya menyerang manusia, burung, dan binatang mamalia misalnya babi & orang utan pula bisa terjangkit flu.

Pada insan, gejala generik yg terjadi merupakan demam, sakit tenggorokan, sakit ketua, hidung tersumbat & mengeluarkan cairan, batuk, indolen dan rasa nir lezat badan. Dalam perkara yg lebih tidak baik, influensa jua bisa mengakibatkan terjadinya pneumonia, yg bisa mengakibatkan kematian terutama pada anak-anak dan orang berusia lanjut.

Masa penularan hingga terjangkit penyakit ini umumnya merupakan 1 hingga tiga hari semenjak kontak menggunakan fauna atau orang yang influensa.

Penderita dianjurkan agar mengasingkan diri atau dikarantina supaya tidak menularkan penyakit sampai mereka merasa lebih sehat.

Sumber: 1. ANATOMI DAN FISIOLOGI PARU-PARU (tutorialkedokteran.blogspot.com) 2. Anatomi paru-paru (id.shvoong.com) 3. Pengertian Paru-paru Manusia (paru-paru.com) 4. Apa fungsi paru-paru? (id.answers.yahoo.com) 5. Anatomi Paru-paru (paru-paru.com) 6. Paru-paru dan Fungsi Paru-paru (paru-paru.com) 7. Cara Kerja dan Fungsi Paru - Paru Manusia (permathic.blogspot.com) 8. Paru-Paru dan Bagian-Bagiannya (fnr-site.blogspot.com) 9. Paru-Paru dan Fungsi Paru-Paru (id.shvoong.com) 10. Mekanisme Dan Fisiologi Paru-Paru (Lungs) (muhamadrezapahlevi.blogspot.com) 11. Jenis-jenis Penyakit Paru-paru (paru-paru.com) 12. Beberapa Penyakit Pada Paru-paru (paru-paru.com) 13. Paru-paru (id.wikipedia.org) 14. Fisiologi paru-paru (id.shvoong.com) 15. Cara Kerja Paru-paru Manusia (paru-paru.com) 16. Lung (en.wikipedia.org)

Anda bisa request artikel mengenai apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.Com atau pribadi saja lewat kolom komentar :)

Kuliner Khas Kutai Timur

Sambal raja terbuat dari cabai, bawang merah, terasi, tomat yang digoreng hingga lembek dan mudah dihaluskan. Disertai dengan tempe, udang, ...