Minggu, 23 Mei 2021

Mario Teguh Golden Ways: Terpaksa Kaya

Mario-Teguh-Golden-Ways4_thumb6_thum[2] Review program Mario Teguh Golden Ways sebelumnya:

Sekarang saya akan mengulas balik program Mario Teguh Golden Ways edisi Minggu, 10 Maret 2013. Temanya kali ini merupakan Terpaksa Kaya. Saya akan menaruh poin-poin yg mampu saya simak dalam acara ini. Saya akan menggunakan gaya bahasa saya sendiri dan mungkin kurang akurat. Langsung saja kita simak selengkapnya?..

Terpaksa kaya bukanlah sesuatu yg baru. Karena setiap perbuatannya adalah karunia Tuhan yg memaksakan dia sebagai orang kaya. Tidak ada istilah mengkayakan diri.

Apakah kekayaannya itu ada satuan hitungnya? Apakah orang yg sehat kaya? Berarti tidak hanya Rupiah saja satuan hitungnya. Anak yg lucu & patuh pada orangtuanya, itu namanya kekayaan. Suami atau istri yang patuh & setia, itu namanya kekayaan. Jadi, kekayaan itu nir hanya dihitung dengan uang. Kacamata itu ada harganya? Ada. Mata itu ada harganya? Ada tetapi nir dapat diukur karena Tuhan yg memberikannya. Ada yg menjadikan anugerah Tuhan itu mahal, terdapat pula yang memurahkannya. Kekayaan kita ada lantaran mensyukuri.

Tidak mungkin terdapat orang kaya yang akhlaknya jelek & tidak mungkin orang yang akhlaknya tidak baik itu kaya. Karena Tuhan sangat mementingkan akhlak.

Tidak semua harta itu rejeki. Harta yang bukan rejeki itu misalnya koruptor. Rejeki itu nir sama dengan jumlah uang yg sebenarnya sama dengan hukuman. Orang kaya itu berakhlak, orang berakhlak itu kaya. Jadi, orang yang kaya itu selalu berakhlak. Orang yang berakhlak itu nir hanya patuh pada Tuhan tetapi patuh juga pada perbuatan.

Rejeki itu bukan hanya yg kita bisa dari uang. Tetapi hal yang masih kita miliki itu namanya rejeki. Seperti tempat tinggal yg tidak jadi kebakaran itu adalah rejeki. Mana lebih mudah buat menghemat anak orang kaya atau anak orang miskin? Tentu saja anak orang miskin. Apalagi yg harus diboroskan sang anak orang miskin? Hemat pangkal kaya. Jadi anak orang miskin itu berbakat kaya. Anak orang kaya jika tidak dididik menggunakan sahih oleh orangtuanya, maka dia akan berbakat miskin.

Lebih banyak mana kekayaan yang diperoleh berdasarkan bisnis & kerja keras sendiri ketimbang berdasarkan warisan kekayaan orangtuanya. Orangtua itu menginginkan anaknya mewarisi sifat baik orangtuanya.

Seindah-indahnya insan merupakan orang yang menghargai dan menyayangi sesama.

Terpaksa itu karena kita mencari yang mudah. Kita ini instant economy. Mudah itu saat Anda diberi beban kecil-kecil. Orang kecil itu mampu menopang yang kecil-kecil. Mintaklah kepada Tuhan untuk memberikan pundak yang kuat sehingga memudahkan kehidupan bagi diri dan orang lain.

Inginkan yg dengan tinggi-tingginya karena walaupun tidak kita menginginkannya Tuhan telah menyiapkannya.

Orang yg dihormati tidak hanya sahih. Tetapi dia jua tegas pada kebenarannya. Orang yg tegas keliru lebih baik dibandingkan orang sahih yg nir tegas. Mengapa? Karena orang tegas itu memahami cara merampungkan kasus. Apabila itu galat, tapi itu baik, Tuhan akan membetulkannya.

Orang kaya yang merasa berkecukupan maka dia akan bersyukur & tidak takut kekayaannya akan berkurang. Lain halnya menggunakan orang yg kaya menggunakan cara yang tidak halal seperti korupsi. Orang kaya yang manis dan orang miskin yg nir menghujat orang kaya. Membenci apapun yang kaya itu tidak baik. Orang terpaksa kaya itu karena memperkayakan orang lain. Orang yang tidak punya namun ingin memberi, maka dia akan punya. Orang yang tidak punya tetapi sungguh-benar-benar ingin memberi akan membuat Tuhan percaya. Jadi, jangan hanya berdoa ?Akan?, tetapi lakukan jua sesuatu dan tetaplah memberi.

Orang yg hanya bekerja buat hari ini, maka beliau akan menderita saat tua nanti. Menua itu mengakibatkan kita lemah, jadi kita harus mengakibatkan diri sebagai insan yg mandiri secara finansial.

Berapa poly orang yg gengsi? Ribuan orang menjadi miskin lantaran dia takut miskin. Hanya orang yg minder dengan yg dimilikinya yg pamer. Telah poly wanita yang cantik kalah cepat menggunakan perempuan dusun.

Segala sesuatu dipengaruhi sang Tuhan. Kita itu merupakan karena bagi nasib.

Orang yang bermanfaat bagi orang lain karena dia diijinkan buat bermanfaat. Banyak orang sombong yang tidak diijinkan tampil. Jadikan diri Anda bernilai bagi sesama.

Dari Tuhan seluruh perdeo. Kalo bermanfaatnya minta uang kan udah biasa. Tetapi, bermanfaatnya perdeo? Tuhan itu Maha Adil. Jadi orang yang bermanfaat secara perdeo kepada poly orang, maka beliau akan mendapat rejeki yang setimpal. Sebelum mampu untuk itu, Anda pula wajib sanggup secara ekonomi dengan cara menerima pendidikan yang baik. Buktikan bahwa Anda nir hanya dikayakan oleh Tuhan pada global, tetapi pula pada akhirat.

Semoga bermanfaat Catatan Harian

Kuliner Khas Kutai Timur

Sambal raja terbuat dari cabai, bawang merah, terasi, tomat yang digoreng hingga lembek dan mudah dihaluskan. Disertai dengan tempe, udang, ...