Sabtu, 16 Januari 2021

Sistem Pernapasan Pada Hewan (Materi Lengkap SMA XI)

Sistem Pernapasan Pada HewanPernapasan dalam fauna taraf rendah berlangsung secara difusi. Mekanisme pernapasan dalam hewan bergantung dalam sifat lingkungannya. Hewan darat mempunyai sistem pernapasan yg tidak sama dengan sistem pernapasan hewan air.

Respirasi pada protozoa terjadi menggunakan cara aerob dan anaerob. Pada respirasi aerob terjadi oksidasi menggunakan oksigen yang masuk ke dalam tubuh secara difusi dan osmosis melalui selurut permukaan tubuh. Respirasi anaerob terjadi pembongkaran molekul kompleks sebagai molekul sederhana tanpa memakai oksigen.

Pernapasan dalam fauna ada yang dilakukan secara difusi yaitu pribadi melalui sel-sel bagian atas tubuh. Ada pula hewan yg melakukan pernapasan menggunakan alat-alat khusus seperti insang, kulit, trakea, & paru-paru.

1. Sistem Pernapasan dalam Protozoa

Protozoa merupakan hewan bersel satu & tidak memiliki indera pernapasan khusus. Pernapasan dilakukan dengan proses masuk & munculnya oksigen dan karbon dioksida melalui bagian atas sel secara difusi.

2. Sistem Pernapasan dalam Avertebrata

Pada porifera, air yg membawa oksigen masuk melalui pori-pori tubuh (ostium) lalu masuk ke koanosit secara difusi. Di pada mitokondria dalam sel koanosit, oksigen digunakan buat mengurai molekul organik menjadi molekul anorganik yang disertai divestasi karbon dioksida. Karbon dioksida dibawa keluar oleh air melalui spongosoel lalu menuju oskulum dalam mitokondria sel koanosit.

Hewan anggota filum moluska terdiri dari dua kelompok yaitu moluska darat dan moluska air. Moluska darat misalnya bekicot, bernapas dengan paru-paru. Sedangkan moluska air seperti kerang bernapas dengan insang.

Filum arthropoda terdiri dari 4 kelas yaitu crustacea, myriapoda, arachnida, dan insekta. Crustacea (udang & kepiting) bernapas dengan insang, myriapoda (lipan dan luwing) bernapas dengan trakea, arachnida (keuntungan-laba & kalajengking) bernapas menggunakan paru-paru buku, & insekta (serangga) bernapas menggunakan trakea.

Coelenterata tersusun atas dua lapisan sel yaitu lapisan luar dan lapisan pada. Pertukaran gas terjadi secara difusi pada sel di luar bagian atas tubuh yg bersentuhan dengan air. Coelenterata memiliki indera bantu pernapasan yaitu berupa lekukan jaringan yang disebut sifonoglifa.

Hewan-hewan echinodernata misalnya bintang bahari, landak bahari, dan mentimun laut hayati di air bahari. Echinodermata bernapas menggunakan insang kulit.

Cacing tidak mempunyai indera pernapasan spesifik. Sehingga oksigen harus berdifusi melalui kulit buat masuk ke dalam kapiler darah. Karbon dioksida jua keluar melalui kulit. Proses pernapasan semacam ini disebut pernapasan integumenter. Cacing mempunyai bagian atas yg licin agar tetap lembap sebagai akibatnya memudahkan terjadi pertukaran gas.

3. Sistem Pernapasan pada Vertebrata

Ikan mempunyai indera pernapasan berupa insang. Insang dipakai dikarenakan ikan hayati di dalam air. Insang masih ada pada sisi kanan & kiri ketua. Namun, terdapat ikan dipnoi yan bernapas dengan memakai paru-paru. Pada beberapa jenis ikan, rongga insangnya memiliki ekspansi ke atas yang dianggap labirin yang berfungsi buat menyimpan udara, sehingga ikan tadi bisa hayati di air yg kekurangan oksigen. Insang juga berfungsi sebagai alat ekskresi & alat transportasi garam-garam.

Fase ilham diawali dengan membukanya lisan ikan. Kemudian air masuk ke pada rongga mulut. Insang akan menutup seningga air akan mengalir ke pada insang. Fase ekspirasi ikan terjadi dalam ketika ekspresi ikan tertutup. Air akan masuk melalui celah insang dan terjadi pertukaran gas disana. Darah akan mengikat oksigen dan melepas karbon dioksida ke dalam air.

Salah satu contoh fauna amfibi merupakan katak. Amfibi dapat hayati di air & darat. Sehingga indera pernapasannya berupa paru-paru, kulit, dan insang. Katak dalam saat masih larva bernapas menggunakan insang luar. Pada masa berudu terbentuk insang pada. Katak dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit.

Paru-paru pada katak berupa 2 kantung berdinding tipis & elastis yang poly mengandung kapiler darah, dan terletak pada rongga badan. Paru-paru berhubungan dengan rongga lisan melalui sebuah lubang yg disebut glotis. Kedua kantung paru-paru tersebut saling berhubungan dengan bronkus pendek.

Saat bernapas, terjadi penambahan udara menggunakan keadaan otot rahang bawah mengendur. Otot sterno hioideus berkontraksi sehingga udara masuk ke rongga lisan. Udara masuk ke paru-paru & terjadi pertukaran gas. Saat udara keluar, terjadi kontraksi otot hioideus dan otot perut sehingga rongga perut mengecil dan udara keluar melalui koane.

Reptil mempunyai alat pernapasan berupa paru-paru. Paru-paru reptil dilingkupi sang rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk. Reptil mempunyai kulit yg bersisik atu kemarau sehingga sulit ditembus sang air. Hal ini mengakibatkan cairan yg hilang melalui kulit sangat sedikit sehingga reptil mampu bertahan hidup dalam tempat asli yang kemarau.

Saat inspirasi, tulang rusuk merenggang dan volume rongga dada semakin tinggi sebagai akibatnya udara dapat masuk ke paru-paru. Saat ekspirasi, tulang rusuk akan merapat sehingga udara akan terdesak keluar dari paru-paru.

Pada kura-kura selain menggunakan paru-paru, pengambilan oksigen dibantu sang lapisan kulit tipis dengan banyak kapiler darah yang terdapat pada sekitar kloaka.

Sistem pernapasan burung terdiri dari lubang hidung, paru-paru, trakea, kantung udara depan, dan kantung udara belakang. Kantung udara berfungsi menjadi alat pernapasan dalam waktu terbang, membantu memperbesar ruang siring sebagai akibatnya memperkeras suara, mengatur berat jenis tubuh, & mengatur suhu tubuh.

Mekanisme pernapasan burung terbagi sebagai 2 macam. Yaitu saat terbang dan saat istirahat.

Fase inspirasi waktu terbang terjadi dalam saat sayap diangkat. Pada ketika sayap terangkat, kantung udara pada pangkal lengan mengembang, sehingga udara masuk ke kantung udara perut. Kemudian, udara dialirkan ke paru-paru dan sebagian masuk ke pada kantung udara, sehingga darah dapat mengambil oksigen berdasarkan paru-paru.

Fase ekspirasi saat terbang terjadi pada saat sayap diturunkan. Pada waktu sayap diturunkan, kantung udara pada pangkal lengan mengempis, sebagai akibatnya kantung udara dada mengembang & mendorong udara keluar, sebagai akibatnya terjadi pergantian udara.

Fase ilham waktu istirahat terjadi dengan diawalinya konvoi tulang rusuk ke depan sebagai akibatnya rongga dada mengembang dan paru-paru mekar. Hal tadi menyebabkan udara bisa masuk ke paru-paru. Sebagian udara yg kaya oksigen ini akan diambil paru-paru dan sebagian lagi akan masuk ke kantung udara belakang. Udara yg miskin oksigen akan masuk ke kantung udara depan.

Fase ekspirasi waktu istirahat terjadi waktu rongga dada mengecil & diikuti mengecilnya paru-paru, sehingga udara pada dalam kantung udara akan dimuntahkan melalui paru-paru.

Sistem pernapasan dalam mamalia mirip dengan sistem pernapasan dalam insan. Itu lantaran manusia juga termasuk mamalia. Pernapasan memakai paru-paru.

Layanan curhat & request artikel: hedisasrawan@gmail.Com

Semoga berguna Materi Pelajaran

Kuliner Khas Kutai Timur

Sambal raja terbuat dari cabai, bawang merah, terasi, tomat yang digoreng hingga lembek dan mudah dihaluskan. Disertai dengan tempe, udang, ...