Sel schwann atau neurolemmocytes adalah keliru satu sel glia dalam sistem saraf perifer. Sel schwann dinamakan sinkron menggunakan penemunya Theodor Schwann, seorang ahli fisiologi berdasarkan Jerman. Dia menemukan sel schwann pada tahun 1838. Sel glial berfungsi buat mendukung neuron. Ada 2 jenis sel schwann yaitu yang termielinasi dan yg belum termielinasi. Sel schwann termielinasi membungkus akson dan lalu membangun selubung mielin. Sel schwann berperan krusial pada proses regenerasi dalam sistem saraf tepi yg rusak.
1. Struktur Sel Schwann
Dalam akson termielinasi, sel schwann membentuk selubung mielin dengan ketebalan 0,15-1,5 mm. Sebuah sel schwann yang termielinasi bisa mencapai panjang 100 mikrometer. Sehingga dalam satu meter akson terdiri dari 10.000 sel schwann. Akson dapat memanjang hingga lebih dari satu meter. Celah antara sel schwann satu dengan yang lainnya diklaim nodus ranvier. Pada sistem saraf sentra, selubung mielin terbentuk oleh oligodendrosit.
Sistem saraf vertebrata bergantung pada selubung mielin buat isolasi akson. Sel schwann termielinasi mula terbentuk selubung mielin pada mamalia ketika perkembangan janin. Sebuah sel schwann membangun misalnya lembaran yang digulung kertas, dengan lapisan mielin pada masing-masing gulungan. Lapisan pada pada pembungkus membangun selubung mielin sedangkan lapisan terluar bernukleus sitoplasma dan menciptakan neurolema. Sel schwann nir termielinasi terlibat dalam pemeliharaan akson & sangat penting bagi kelangsungan hidup neuron.
Dua. Transplantasi & Regenerasi Sel Schwann
Sejak tahun 2001, sudah terjadi penelitian mengenai upaya penanaman sel schwann yg bertujuan untuk mendorong remielinasi dalam pasien penderita sklerosis. Banyak penelitian yang menampakan output yg positif & berpotensi buat transplantasi sel schwann sebagai terapi buat penderita cedera tulang belakang.
Saraf di sistem saraf perifer terdiri berdasarkan banyak akson yang bermielin oleh sel schwann. Apabila terjadi kerusakan dalam saraf, sel schwann akan membantu fagositosis (memakan) aksonnya. Setelah proses ini, sel schwann dapat melakukan regenerasi menggunakan menciptakan sejenis terowongan yg mengarah ke arah neuron sasaran. Akson yg rusak bisa tumbuh dan berkembang melalui ?Terowongan? Sel schwann. Pertumbuhannya kurang lebih 1mm/hari jika dalam syarat baik. Akson akan berhasil melakukan regenerasi apabila dapat behubungan kembali menggunakan otot atau organ yang sebelumnya mereka raih menggunakan bantuan sel schwann.
Sumber:
Judul
Alamat
Anda sanggup request artikel mengenai apa saja, kirimkan request Anda ke hedisasrawan@gmail.Com
Semoga berguna Materi Pelajaran